Life of Pi (2012) Review

Sebenarnya aku gak rela film ini mengalahkan film favoritku, The Hobbit I, di Academy Award 2013 untuk kategori Best Visual Effects, tapi yah dengan mempertimbangkan si Richard Parker yang terlihat lebih real ketimbang Orc, kurelakan sudah penghargaan itu jatuh ke tangannya.

Aku bahkan sempat terkecoh apakah Parker itu CGI atau harimau betulan. Aku baru mengakui ia harimau asli pada saat adegan berenang. Oh wait! Ternyata emang harimau asli pada saat berenang itu, geez.

Khusus harimaunya! Yup, harimaunya saja. Untuk heyna, monyet, dan zebra, aku tahu mereka CGI, karena tampilan dan gesture mereka terlalu “cantik” untuk hewan betulan.

Sometimes, yang real itu gak harus perfect, you know.

Secara keseluruhan, film ini memborong 4 Oscar dari 11 nominasi! Sehebat itukah film ini? Well, berdasarkan selera pribadi, kukatakan film ini biasa aja.

Sinematografinya emang top, top banget. Visual efeknya juga oke. Tapi bagiku yang membuat film ini berbeda bukan hal-hal tersebut, tapi isi ceritanya.

Cerita yang penuh kontroversi, dimana seorang (dalam hal ini Pi) menganut tiga agama sekaligus, Hindu, Kristen dan Islam, yang pada akhir petualangannya meninggalkan misteri tak terpecahkan, dan untuk menjawabnya kamu hanya tinggal memilih antara cerita yang indah tapi sulit dipercaya ataukah cerita yang mudah dipercaya tapi penuh dengan kekerasan mengerikan.

Rate: 6/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s