Ender’s Game (2013) Review

When I understand my enemy well enough to defeat him, then in that moment, I also love him.

Begitulah kalimat yang muncul pertama kali saat menonton film ini. Butuh beberapa saat untuk mencerna apa yang dimaksud dengan kata-kata: “I also love him.” Walau ragu dengan asumsi yang kubentuk, namun akhirnya keseluruhan cerita memberikan pemahaman yang sama pula dengan apa yang ada di otakku.

Awal menonton trailernya, aku sedikit merasa bosan dan berpikir pasti jatuhnya jelek ini film, namun ternyata special effectnya tidak mengecewakan. Apalagi ada Asa Butterfield, mantan bocah berponi, yang kini tampil cool dengan karakter yang “garang” and I liked it. Ia sedikit mengingatkanku pada Seamus Davey-Fitzpatrick (versi kecil) yang bermain sebagai Damien di film The Omen (2006).

asa and sea

Asa Butterfield (kiri) © leecarterimagesby dan Seamus Davey-Fitzpatrick (kanan) by Dimitrios Kambouris © WireImage.com

Bagian cerita yang paling kusuka dari film ini adalah bagian akhir saat Ender (Asa Butterfield) membawa telur ratu Formic ke planet baru. Sayangnya tidak ditunjukkan bagaimana rupa planet itu. Walaupun begitu, cukup baiklah film ini kurasa, hanya saja mungkin tidak sebaik novelnya.

Rate: 6/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s