Patient Killer (2015) Review

Tidak jelek tapi juga tidak WOW. Twist-nya lumayan memancing untuk menebak-nebak siapa penjahatnya, walaupun pada akhirnya dieksekusi secara kekanak-kanakan (baca: tidak matang).

Patient Killer bercerita tentang seorang terapis wanita bernama Victoria Wrightmar (Victoria Pratt) yang mengalami trauma berat akibat kematian salah seorang pasiennya di masa lalu yang bernama Dylan McNalt (David Chokachi). Sejak saat itu, Victoria sulit memaafkan dirinya, namun ia berusaha move on dan fokus pada pekerjaan baru di bidang mimpi dan hipnoterapi. Hidup Victoria pun jadi sukses. Bukunya laris manis.

Suatu hari datanglah seorang pasien baru bernama Blaire Bennett (Barbie Castro) yang sering dihantui mimpi buruk. Anehnya isi mimpi Blaire mirip dengan kisah hidup Dylan pasien Victoria yang meninggal bunuh diri itu.

Sejak saat itu Victoria mengalami banyak kejadian tidak lazim. Yang jadi pertanyaan adalah siapa pelakunya?

Apakah Blaire Bennett, pasien wanita itu?
Apakah Derek Barris (Patrick Muldoon), pasien laki-laki itu?
Apakah Nancy Peck (Stasey Deck), asistennya?
Apakah Doctor Sylvan (Richard Burgi), mentornya?
Apakah Jason Turner (Casper Van Dien), pacar gantengnya yang juga merangkap sebagai sutradara film ini?
Atau jangan-jangan Victoria sendiri pelakunya?

Akting Pratt hampir tidak ada cacat; begitu natural dan membaur dengan jalan cerita.

Sosok Castro tampak seram karena efek make up dan lightning. Tidak ada pendalaman karakter. Aktingnya dangkal, kelihatan kaku dan palsu. Sorry Barbie. Padahal figur dia sangat mendukung untuk peran ini, tapi ada satu adegan yang berhasil membuat bulu kuduk berdiri. Too bad, tak bisa dibongkar di sini hahaha.

Muldoon berhasil memerankan seorang pasien aneh yang memiliki obsesi berlebihan terhadap Victoria. Aktingnya cukup bagus.

Kostum dan riasan jadul para aktor dalam film ini mengingatkan pada Memento, salah satu film misteri terbaik hasil karya Christopher Nolan dengan twist yang susah dipahami dalam sekali lihat. Sayang dari segi alur dan isi cerita, levelnya masih kalah jauh dengan Memento.

Andai saja karakter-karakter selain Victoria dan Derek bisa lebih diperkuat, film ini akan menjadi sangat mengasyikkan.

Walaupun demikian ada satu hal yang menjadi nilai plus dari Patient Killer yaitu sinematografi dengan warna hangat yang sempurna. Seolah-olah kita sedang berada di tepi pantai menyaksikan indahnya matahari terbenam. Kerja yang bagus dari sinematografer Bernard Salzmann.

Rate: 6/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s