Maze Runner: The Scorch Trials (2015) Review

Sadar telah dimanipulasi dan masih berada di bawah kontrol organisasi yang sama, W.C.K.D, Thomas (Dylan O’Brien), Teresa (Kaya Scodelario), Newt (Thomas Brodie-Sangster), Minho (Ki Hong Lee), Frypan (Dexter Darden), Winston (Alexander Flores) dan Aris (Jacob Lofland) pun memutuskan untuk kabur mencari pertolongan kepada Right Arm. Ironis, orang yang selalu meminta untuk dipercaya, kita sebut saja Tuan Janson (Aidan Gillen), justru adalah seorang penipu besar. Sayang di tengah pelarian Winston terinfeksi virus Flare dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri sebelum berubah wujud menjadi Crank atau zombie.

Singkat cerita, sampai juga mereka kepada Right Arm dengan bantuan Jorge (Giancarlo Esposito), sosok laki-laki berumur yang gemar memanggil orang dengan sebutan Hermano, dan Brenda (Rosa Salazar), seorang gadis muda berpenampilan tomboy.

Pemandangan yang ditemui selama pelarian menuju pegunungan tempat Right Arm berada meliputi padang pasir, kota runtuh dan Crank. Sekilas pemandangan kota runtuh ini mengingatkanku pada Divergent dan padang pasirnya mengingatkanku pada Mad Max: Fury Road. Kadang aku tak sadar kalau sedang tidak menonton Divergent.

Ada beberapa hal kecil yang menjadi nilai plus, seperti berlari sambil melempar suatu objek ke pelari lainnya. I think it’s cool. Kemudian musik latar dramatis yang tidak terus-menerus diperdengarkan. Ada saatnya suara bising manusia-manusia zombie itu disunyi-senyapkan. I think it’s clever. Berikutnya, adegan ketika bom meledak setelah lagu “kesayangan” Jorge habis diputar. Lagu yang diputarpun memiliki genre yang bertolak belakang dengan adegan yang berlangsung. Meskipun ide ini tampak sekali tidak original, but I liked it.

Karakter yang menjadi pusat perhatian adalah Thomas, diperankan secara apik dan total oleh Dylan. Gaya dan ekspresinya sudah familiar bagi para penggemar Stiles di serial TV, Teen Wolf. Dylan berhasil merepresentasikan seseorang yang rela berkorban untuk sahabat-sahabatnya.

Sayangnya, karakter-karakter lainnya hanya disibukkan dengan berlari, bersembunyi, ngobrol sedikit, ditangkap, dan bahkan beberapa di antaranya mati.

Ada sahabat setia, ada pula penghianat. Dan ternyata penghianatnya adalah orang yang tidak disangka-sangka. Siapakah dia? Silahkan nonton sendiri biar tahu.

Dengan demikian, bisa dipetik sebuah pelajaran sederhana:

Don’t trust anybody!

Akhirnya, hanya ada rasa capek setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua jam (yang terasa sangat…sangat lama) menonton film ini. Terlebih ketika Thomas memutuskan untuk kembali ke W.C.K.D dan membunuh Ava, I was like…really?

Rate: 6/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s