Reality (2014) Review

Awalnya film ini terkesan membingungkan. Scene awal yang gak mencurigakan dan tampilan low budget yang gak banget membuat gue berpikir telah salah pilih film.

Dan tanpa disangka-sangka, terjadi twist! Whoa! Semangat gue mulai bangkit.

Film di dalam film. Film di dalam mimpi. Realita di dalam mimpi. Bahasa mulai beralih dari English ke French. Muncul asisten/pelayan misterius dengan tampang seperti psikopat, produser berperangai aneh, gadis kecil yang hadir di banyak scene, sebuah video tape misterius, pria yang memakai pakaian wanita, pemuda berkostum hewan yang mengunjungi dokter kulit yang mengidap penyakit kulit, dan sebagainya. Satu-satunya karakter yang terlihat normal adalah sutradara wannabe, Jason (Alain Chabat), yang kemudian malah paling bermasalah.

Pertanyaan-pertanyaan mulai berdatangan. Ini mimpi siapa? Apakah ini mimpi? Apakah ini film? Apakah ini realita? Kenapa gadis kecil (Kyla Kenedy) yang terobsesi dengan video tape misterius itu bernama Reality? Apa alasan di baliknya? Lama-lama gue berpikir ini sutradara gila twist banget.

Video tape pun menjadi satu-satunya harapan yang gue sangka dapat menguak misteri yang ada. Hingga suatu saat tersingkaplah isi video itu dan man, gue kaget bukan kepalang! Bisa dibilang reaksi produser aneh (Jonathan Lambert) yang juga saat itu lagi nonton video tape yang sama bener-bener wakilin reaksi gue.

Film ini gue rekomendasikan buat para penggemar film yang menyukai cerita komedi dengan banyak twist. Gue belum pernah menonton film dengan twist sebanyak ini.

Rate: 8/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s