The Huntsman: Winter’s War (2016) Review

The Huntsman: Winter’s War merupakan prequel dan sequel dari film sebelumnya Snow White and The Huntsman. Winter’s War bercerita tentang masa jauh sebelum Snow White (Kristen Stewart) dan masa sesudah terbunuhnya Queen Ravenna (Charlize Theron).

Dalam Winter’s War, Stewart tidak tampil lagi. Banyak spekulasi beredar bahwa tidak mainnya Stewart disebabkan oleh keterlibatannya dalam hubungan asmara terlarang dengan sutradara sebelumnya, Rupert Sanders. Akan tetapi, pada Agustus 2012 Universal Pictures memberi pernyataan bahwa Stewart tidak didepak keluar dari film ini.

Winter’s War berisi kronologi perekrutan Eric (Chris Hemsworth) sebagai The Huntsman, kisah romansa antara Eric dan Sara (Jessica Chastain), dan bangkitnya kekuasaan Ravenna.

Karakter Eric yang santai (terlewat santai) dan humoris membuat kita tidak tegang dan tidak terlalu serius menonton film ini.

Chastain yang merupakan muka baru di film ini dengan mudah membuat jatuh hati lewat peranannya sebagai Sara si pemanah yang tidak pernah meleset.

Theron sendiri yang aktingnya layak mendapat nilai seratus tidak  kebagian cerita yang berbobot. Kesannya seperti peramai suasana saja.

Lain halnya dengan Blunt. Karakter yang diperankannya mendominasi Winter’s War.

Winter’s War cukup memberi gambaran ketidakmatangan Cedric Nicolas-Troyan dalam menyutradara.

Dari segi cerita, Winter’s War seperti kehilangan arah dan tidak ada isi.

Dari segi sinematografi, Winter’s War tidak bagus-bagus amat. Tampak datar, membosankan, dan mengundang kantuk.

Namun ada elemen lain yang perfect di film ini, yaitu kostum, riasan wajah, dan tatanan rambut. Benar-benar mempesona. Penampilan Freya dan Ravenna bagaikan kombinasi perak dan emas. Freya dengan kulit seputih salju, mata bening seperti kristal, rambut lurus panjang perak, gaun elegan dan anggun, topeng burung cantik membuat pandangan sulit beralih.

Kiri: Freya. Kanan: Ravenna. Gambar @ NBC Universal

Penampilan Ravenna tak kalah eloknya meski jubah bulu emasnya kelihatan kaku. Riasan wajah, gaun hitam dan kuku panjangnya yang lentik sangat menunjang karakternya yang gelap. Rambut keriting panjang emasnya di awal cerita juga sangat menawan. Lagi-lagi Collen Atwood pemenang tiga Oscar dalam kategori Costum Design mempertunjukkan kebolehannya.

Akhirnya di penghujung film, Winter’s War memberi sebuah tanda akan ada cerita berikutnya.

Apakah Stewart akan muncul di film yang akan datang? Kita tunggu saja dan mudah-mudahan Troyan bisa memperbaiki kekurangannya jika ia masih menjabat sebagai sutradara.

Rate: 5/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s