Return to Sender (2015) Review

Return to Sender merupakan thriller psikologis yang disutradarai Fouad Mikati, menceritakan tentang seorang perawat bernama Miranda Wells (Rosamund Pike) yang diperkosa pria asing, William Finn (Shiloh Fernandez), dalam kencan buta.

Setelah Finn tertangkap dan masuk penjara, Miranda mulai mengiriminya surat. Surat untuk mengunjungi Finn di penjara. Finn tidak pernah memberi respon, dan surat pun dikirim kembali kepada Miranda (return to sender).

Miranda tak menyerah sampai di situ. Ia tetap mengirimi Finn surat. Makin banyak surat yang dikembalikan. Hingga suatu saat, Finn merespon surat Miranda dengan menuliskan “You win” di sebuah amplop. Sejak saat itu, Miranda dengan rajin mengunjungi Finn di penjara.

Sampai di sini muncul pertanyaan, apa sebenarnya yang sedang Miranda pikirkan? Apakah dia benar-benar telah berdamai dengan Finn dan ikhlas memaafkannya? Ataukah ia sedang merencanakan sesuatu yang jahat terhadap Finn? Kita tentu sepakat menjawab ya untuk pertanyaan kedua. Namun kemudian kita menjadi ragu ketika melihat Miranda memperbolehkan Finn datang ke rumah (setelah Finn keluar dari penjara) dan bersikap manis kepadanya.

Sama dengan reaksi ayah Miranda, Mitchell Wells (Nick Nolte), kita pun tidak mengerti siapa sebenarnya Miranda Wells. Seorang yang mengalami gangguan jiwa atau hanya seorang yang berusaha move on dan sembuh dari trauma? Ekspresi ambigu wajah Pike yang mengundang berbagai macam interpretasi semakin membuat kita mengerutkan dahi.

Return to Sender cukup rapi dalam menghubungkan serpihan-serpihan cerita dan membuatnya masuk akal dan dimengerti, namun menggantung penonton terlalu lama.

Aksi Pike sebagai wanita psikopat di film ini mengingatkan aksi sangarnya di Gone Girl (2014) yang membawanya menjadi nominee di Oscar 2015 dalam kategori pemeran utama wanita dengan penampilan terbaik. Seolah-olah di Return to Sender kita sedang menyaksikan Amy Dunne yang lagi kesasar.

Duel Pike dan Fernandez pun bukan duel yang seimbang. Kontak mata yang canggung dan malu-malu dari seorang Fernandez bikin tidak nyaman untuk ditonton.

Terlepas dari kekurangan itu semua, Return to Sender masih layak ditonton bagi para penggemar Rosamund Pike.

Rate: 5/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s